Selamat Datang Di Blog MA Madarijul Huda Kembang Pati
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iptek. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

Shalih, Cerdas, Kreatif dengan Internet

Akhir-akhir ini sering sekali kita mendengar kata-kata “Internet”. Dimana-mana orang-orang selalu berbicara tentang Internet. Sesama teman saling memberikan alamat e-amail mereka, belum lagi jika ada yang menanyakan soal homepage anda. Internet sudah tidak menjadi hal yang asing dan merupakan hal yang umum di masyarakat.


1. Apa itu Internet?

Secara teknis, Internet atau International Networking merupakan dua computer atau lebih yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (international), yang saling berinteraksi dan bertukar informasi. Sedangkan dari segi ilmu pengetahuan, internet merupakan sebuah perpustakan besar yang di dalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa text, graphic, audio maupun animasi dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa “berkunjung” ke perpustakaan tersebut kapan saja dan dari mana saja. Dari segi komunikasi. Internet adalah sarana yang sangat efisien dan efektif untuk melakukan pertukaran informasi jarak jauh, maupun di dalam lingkungan perkantoran.


2. Pandangan Muslim Terhadap Internet

Di era yang serba mesin dan teknologi modern ini, tidak ada alasan untuk tidak ikut memanfaatkannya. Kata “Internet” sudah menjadi bagian dari media pengajaran. Tak kalah pentingnya dengan buku, bahkan Internet memiliki milyaran informasi. Akses Internet juga memudahkan semua orang untuk menggali informasi bagi orang yang kurang suka membaca atau tidak sempat mencari buku. Maka dari itu Internet mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia muslim, khususnya bagi para remaja untuk menunjang pendidikan mereka.

a. Internet dan MA Madarijul Huda

Banyak orang yang menganggap internet itu fasilitas menuju kesuksesan dan tidak sedikit juga yang menganggap bahwa internet jalan menuju antara surga dan neraka, karena didalam dunia maya ini, apa pun dapat terjadi semisal mencelakai teman sendiri dengan menggunakan virus internet itu sangatlah memprihatinkan. Di MA Madarijul Huda sejak dini sudah dikenalkan dengan internet namun juga dikenalkan dengan larangan-larangan dalam mengolah internet, sehingga setiap murid di MA Madarijul Huda dapat membentengi diri mereka sendiri. Dampak negatif atau positif itu tergantung oleh penggunanya,

b. Dampak dari internet

Kadang banyak orang menyalah gunakan internet sehingga banyak kriminalitas terjadi diinternet misalnya pencurian data-data penting dengan menggunakan tenaga dari virus,bahkan fenomena-fenomena dari pengguna internet yang kurang bertanggung jawab



Kembang, Agustus 2010

By : Diana Azanti

Kelas XI Ps

Facebook menurut pandangan agma Islam

"Facebook adalah teknologi yang tidak bisa dihambat perkembangannya dan tidak melanggar syariat Islam. Facebook juga bisa menjadi media dakwah. Facebook itu harus dimanfaatkan ke arah yang positif sehingga facebook bisa menjadi dunia nyata yang mendatangkan banyak manfaat," ujarnya.
Fecbook adalah jaringan social yang sedang marak di seluruh dunia terutama Indonesia sebagian besar fecbooker adalah pada pemuda-pemuda baik laki-laki maupun perempuan
Para ulama se-Jawa Timur belum lama ini dikabarkan menyatakan menggunakan Facebook adalah haram. Namun setelah dikonformasi ulang mereka membantah telah mengeluarkan fatwa haram atas penggunaan jejaring social itu. Mengapa?

Alasan pengharaman Facebook adalah Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya' Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulama besar.

Tentu saja pernyataan ulama se-Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) itu mengundang kontroversi dari banyak kalangan. Pihak Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur sendiri membantah bahwa pertemuan yang diadakan di tempat itu mengatakan pernyataan yang mengharamkan Facebook. Wadah para ulama, MUI, pun menyatakan belum ada fatwa yang menyatakan bahwa jejaring sosial itu haram.

Dikatakan oleh Ketua MUI, H. Amidhan, ulama-ulama dari Jawa Timur tersebut tidak termasuk dalam wadah MUI Pusat. Sedang dalam masalah Facebook, H. Amidhan menyatakan, haramnya konten dalam Facebook berbeda dengan haramnya babi. Sementara Ketua MUI Kalimantan Selatan Prof H Asywadie Syukur Lc berhati-hati dalam menyatakan keberadaan Facebook itu boleh atau tidak.

Apa yang sempat dinyatakan para ulama se-Jawa Timur itu tentu bukan sembarangan, namun didasarkan pada pengalaman yang ada. Misalnya salah satu ulama di Pondok Pesantren Lirboyo, yang memiliki Friendster pernah mendapat kiriman gambar porno.

Sebagai jejaring sosial Facebook memang terbukti sebagai media komunikasi yang efektif. Dengan media seperti itu selain facebooker mampu menambah teman dan mengomunikasikan segala macam hal, ia juga mampu menemukan temannya kembali yang sudah sekian puluhan tahun tidak pernah berjumpa. Dengan Facebook itulah segala macam pesan dikemas dan disebarkan tanpa batas.

Keefektifan Facebook itulah yang juga digunakan Barack Obama untuk memenangi pemilu si AS. Bahkan pria yang pernah sekolah di Menteng, Jakarta, Indonesia, itu tidak hanya menggunakan Facebook untuk menjaring pendukungnya. Jejaring sosial maya semacam Myspace, Linkedin, Youtube, Friendster, dan Twitter juga digunakan.

Dengan menggunakan jejaring sosial itu, Obama secara tahap pertahap mampu memenangi berbagai putaran pemilu. Pertama, saat konvensi Partai Demokrat, senator dari Illinois itu mengalahkan Hillary Clinton. Kemudian pada saat pemilu presiden, ia mampu menumbangkan John McCain dari Partai Republik.

Dengan menggunakan jejaring sosial itu, Obama melakukan gerakan sekali merengkuh dayung, satu-dua pulau terlampau. Artinya, selain ia mampu mengembangkan jaringan pendukungnya, dirinya juga mampu mengumpulkan dana dari jejaring sosial itu. Meski disumbang US$ 5 per orang, namun jumlah yang menyumbang sampai jutaan orang.

Sementara Hillary masih menggunakan pola-pola lama dalam berkampanye, termasuk dalam mencari dana. Hillary lupa bahwa dirinya hidup di suatu negara di mana tingkat penggunaan teknologi informasi demikian pesatnya. Diibaratkan dalam sebuah situs, Hillary masih menggunakan AOL,Obama sudah memanfaatkan jejaring sosial Facebook. Hillary masih PC, Obama sudah sebuah Mac.

Akibat keefektifan Facebook dalam menyampaikan pesan dan belajar dari kemenangan Barack Obama dengan menggunakan Facebook membuat pemerintah Iran melarang penggunaan Facebook menjelang pemilu. diberitakan pemerintah Negeri Mullah itu memblokir Facebook. Tujuannya pemblokiran ini, menurut lawan-lawan politik, agar Presiden Mahmoud Ahmadinejad bisa memenangi kembali pemilu yang akan digelar 12 Juni 2009 ini.

Pemerintah negara itu melakukan pemblokiran sebab kaum oposisi dengan cermat menggunakan Facebook untuk berkampanye. Tentu saja apa yang dilakukan itu memancing kemarahan dari pihak oposisi. Salah satu mullah terkenal di negeri itu yang sekaligus menjadi tim sukses Mehdi Karroubi, Mohammad Ali Abtahi, menuturkan pemerintah ingin mencegah diskusi bebas soal pemilu.

Seperti bantahan yang dikeluarkan dari pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Ahmadinedjad pun juga membantah bahwa dirinya melarang penggunaan Facebook. Menurut presiden yang pemberani itu dirinya percaya pada kebebasan berekspresi secara maksimal di Iran. Untuk itu ia akan melakukan penyelidikan terhadap kontroversi pemblokiran Facebook tersebut.
Dibanding dengan negara di kawasan Asia, Indonesia masih kalah dalam hal penggunaan Facebook. Ini karena pengguna internet di negeri kita juga memang jauh di bawah rata-rata negeri di kawasan ini. Perlukah kita mengkhawatirkan dampak buruknya?

Data pada tahun 2002 menyebut pertumbuhan pengguna internet di Singapura tercatat 115%, Malaysia 90%, Cina 1.600%, dan India (4.500%) tahun lalu. Sementara berdasarkan data ITU, pada tahun 2006, pengguna internet negara-negara ASEAN, rata-rata densitasnya, adalah sekitar 10,15 pengguna internet per 100 penduduk. Dalam grafik terlihat Malaysia dan Singapura memiliki densitas yang jauh di atas negara-negara ASEAN lainnya, dengan densitas 43,77 dan 43,35 pengguna internet per 100 penduduknya.

Densitas pengguna internet di Indonesia sendiri masih di bawah rata-rata ASEAN. Dengan angka densitas sebesar 7,18 pengguna internet (data 2005) per 100 penduduk, penetrasi internet di Indonesia berada pada urutan keenam dari sepuluh negara anggota ASEAN, dan masih jauh berada di bawah Vietnam dengan densitas 17,21 pengguna internet per 100 penduduknya.

Diakhir 2008, dari data di situs, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 30 juta pengguna. Tetapi angka itu masih relatif kecil karena baru 13% penduduk Indonesia menikmati fasilitas internet, angka ini masih jauh dari penetrasi netter dunia yang mencapai 23.5% atau 17.2% di Asia.

Persentase netter Indonesia (13%) masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan China. Malaysia 62.8%, Filipina 14.6%, Thailand 20.5%, Vietnam 24.2%, China 22.4%, Korea Selatan 76.1%, dan Jepang 73.1%.

Dengan demikian penggunaan Facebook di Indonesia masih belum memasyarakat betul. Disimpulkan penggunaan Facebook di Indonesia baru dinikmati 10% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sehingga komunikasi lewat Facebook di Indonesia baru sebatas kalangan tertentu dan otomatis dampak negatifnya juga sebatas komunitas itu.

Meski demikian apa yang dikhawatirkan para ulama itu perlu ditanggapi secara positif sebab kandidat doktor dari Ohio State University, Aryn Karpinski, bersama co-authornya, Adam Duberstein dari Ohio Dominican University merilis hasil surveinya menunjukkan, bahwa mahasiswa yang sering menggunakan online-social-network memiliki indeks prestasi belajar lebih rendah daripada mahasiswa yang tidak menggunakan online-social-network. Survei dilakukan pada 219 mahasiswa dan lulusan yang secara signifikan memiliki perbedaan hasil belajarnya, antara pengguna Facebook vs non-pengguna.

Survei dampak negatif dari Facebook juga pernah dilakukan oleh neurosains dari Oxford University, Susan Greenfield. Survei menyatakan bahwa social-network seperti Facebook dan Bebo mudah membuat penggunanya kekanak-kanakan hingga berperilaku seperti anak kecil.

Neurosains dari UCLA, Gary Small, malah memberikan peringatan tentang menurunnya kemampuan para pengguna social-network dan teknologi modern terhadap perhatiannya pada ekspresi dan isyarat emosional seseorang secara sosial di kehidupan nyata, akibat kurangnya bertatap muka atau bersosialisasi secara langsung.

Berdasarkan pengalaman penulis, yang juga facebooker, terlihat dalam dinding-dinding Facebook, para facebooker sering mengeluh dan saling mengingatkan di antara mereka bahwa jaringan itu bisa membuat menunda-nunda pekerjaan rutin mereka. Nah, dari sinilah survei dan pengalaman ini bisa menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan ulama Jawa Timur itu benar.

Meski demikian salah seorang pimpinan MUI memberi respon apa yang dikatakan para ulama Jawa Timur itu kurang pas sebab Facebook juga bisa sebagai sarana untuk melakukan silahturahmi. H Amidhan juga mengatakan, yang diharamkan dari Facebook itu adalah konten yang bermuatan gosip, mengumbar keburukan privasi orang, dan pornografi.

Sedang Asywadie Syukur semua tergantung atau bermula dari niat orang itu. Ia mencontohkan, pemanfaatan Facebook dalam rangka berkomunikasi guna menggali atau tukar ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, itu tidak haram.

Akan tetapi bila pemanfaatannya untuk berkomunikasi dalam hal-hal yang terlarang, baik secara hukum positif di Indonesia, maupun menurut norma-norma Islam, maka penggunaan sarana tersebut bisa dikategorikan haram.

Dari semua itu penulis berani menyimpulkan penggunaan Facebook hukumnya bisa haram (bila sifatnya merusak diri sendiri, orang lain, dan masyarakat), halal dan wajib (bila digunakan untuk berdakwah, menyampaikan kebaikan), serta bisa berhukum makruh dan mubah.


Download Artikel ini ..



Facebook  menurut pandangan agma Islam.doc

OBAT DALAM ISLAM

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (1292-1356) : “Kalangan medis sepakat bahwa selama penggunaan makanan sehat sudah cukup digunakan dalam pengobatan, tidak perlu menggunakan obat. Selama bisa menggunakan obat-obatan sederhana, tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia. Para pakar kedokteran justru lebih sering berobat dengan menggunakan makanan sehat. Hanya bangsa Romawi dan Yunani yang gemar menggunakan obat-obatan kimia”. Beliau pun menjelaskan bahwa Nabi memberi petunjuk untuk mengobati penyakit dengan obat-obatan yang terbiasa dikonsumsi, tidak sebaliknya. Ini termasuk formula medis yang penting dan bermanfaat. Kalau seorang tenaga medis melakukan kesalahan dalam hal ini, akan membahayakan si sakit tanpa dia sadari, meski pun ia mengira akan berguna bagi pasien. Karena, relevansi obat dan makanan terhadap tubuh pasien tergantung pula dengan kebiasaan dan kesiapan tubuhnya menerima obat dan makanan tersebut. Kebiasaan berpengaruh besar pada tubuh. Sehingga satu orang saja bila dianalogikan dengan beberapa bentuk tubuh dengan beberapa macam kebiasaan, tentu orientasinya juga berbeda-beda. Meskipun misalnya tubuh-tubuh itu memiliki kesamaan dalam pada sebagian hal. Kebiasaan adalah pilar penting dalam menjaga kesehatan dan juga menyembuhkan penyakit. Seringkali ada tumbuhan di sebagian daerah yang cocok menjadi makanan mereka, namun bagi penduduk daerah lain bisa menjadi racun pembunuh. Bisa jadi sesuatu yang menjadi obat pada suatu tempat justru menjadi makanan biasa di tempat lain. Ada juga obat untuk penyakit tertentu di suatu tempat justru menjadi obat penyakit lain di lain tempat. Obat-obatan yang cocok untuk penduduk suatu tempat, bisa saja tidak cocok untuk penduduk di tempat lain, bahkan tidak berguna sama sekali”120.

Gunakanlah Obat-obatan dan Suplemen alami yang telah diteliti di laboratorium dan terdaftar di Depkes. Untuk Produsen, Pilihlah Produsen yang dapat dipercaya seperti Nature’s Plus, Nature’s Health (U.S.A), KLINK (Malaysia), Naco, Naturaid, Tazakka, Griya Herba, Al-Ghuroba, Mabrouk Herbal, dan sebagainya. Ada banyak pilihan obat-obatan dan suplemen alami, seperti Gingko Biloba, Omega 3 dan 6, VCO, Air bio Cosminergy, Pacekap, Klorofil, EPA, DHA, Meniran, Pegagan, dan lain-lain. Saat ini, Apotik pun menyediakan obat-obatan dan suplemen alami.

Penyusun berpesan agar tidak terjebak oleh propaganda menyesatkan dari para pendukung obat-obatan kimia dan pendukung obat-obatan herbal. Banyak para pendukung fanatik obat-obatan kimia yang mempengaruhi kita agar tidak mengkonsumsi herbal karena “tidak bisa dipertanggungjawabkan” secara ilmiah padahal obat-obatan kimia adalah racun. Banyak pula pendukung fanatik herbal yang mengatakan bahwa semua herbal adalah aman dan tanpa efek samping padahal justru tidak sedikit diantara herbal yang bisa menimbulkan efek samping yang tak kalah mengerikan dari obat-obatan kimia. Sudah saatnya kefanatikan buta terhadap apa pun kita tinggalkan dan telah tiba waktunya untuk bersama-sama melakukan penelitian ulang.


Download Artikel Ini....


Peran Islam dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Dunia Barat mengklaim bahwa kemajuan ilmu pengetahuan yang telah diraih selama berabad-abad merupakan akibat langsung dari terpisahnya agama dari kehidupan praktis manusia dengan konsep pemisahan antara gereja dengan negara. Sepanjang sejarah Eropa, kekuatan gereja telah banyak menindas dan memperlakukan rakyat dengan semena-mena, sehingga tidak ada sedikit pun kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan yang berhasil diraih. Oleh karena itu, agama dianggap tidak praktis, tidak fleksibel, dan penuh dengan pertentangan sehingga dipandang sebagai penghambat perkembangan dan kemajuan manusia.

Namun, hal ini berbeda dengan kenyataan yang dialami oleh umat Islam terdahulu. Sejarah mencatat bahwa mereka telah mengukir zaman keemasannya dengan terang dan gemilang. Pada abad ke-10, kemajuan sains dan teknologi serta peradaban telah mencapai puncak kemajuan dan perkembangannya. Pada abad itu pusat-pusat perkembangan sains telah muncul di berbagai tempat. Ada tiga tempat yang dapat memicu perkembangan sains yang sangat gemilang, yaitu Timur Tengah Mesir, Pantai Utara Afrika, dan Andalusia. Saat itu dunia Islam memiliki gaya hidup khas yang lebih superior daripada dunia Barat. Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah yang tetap merupakan kota terbesar dan merupakan kosmopolitan yang menjadi perantara antara dunia Mediterania dan Hindu-Cina di Timur.

Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa pemerintahan Islam tersebut antara lain karena adanya definisi yang jelas tentang ilmu pengetahuan (science). Islam membedakan dua wilayah bahasan yang berkaitan dengan pengetahuan. Wilayah pertama berkaitan dengan urusan-urusan kemanusiaan yang mencakup politik, sosial, ekonomi, hukum, peribadahan, dan lainnya. Wilayah kedua berkaitan dengan ilmu pengetahuan murni.

Pada wilayah pertama, pengetahuan harus bersumber dari wahyu (kitab suci Allah). Wahyu menyuruh dan memerintahkan seluruh umat Islam untuk mengembalikan seluruh persoalan hanya kepada Allah (Al- Qur’an). Ada pun wilayah kedua bersifat terbuka, yaitu yang berkaitan dengan ilmu murni (pure science), yang dihasilkan dari hasil olah pemikiran dan pemahaman manusia terhadap alam semesta. Ilmu pengetahuan ini tidak berkaitan dengan pandangan hidup seseorang, baik kapitalisme, Budhaisme, Kristianisme, maupun Islamisme.

Dengan pembagian dan definisi tersebut, umat Islam pada masa pemerintahannya di masa silam mampu meraih kemajuan dalam semua bidang ilmu pengetahuan yang ada masa itu, bahkan mampu menjadi pionir dalam mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang baru.

Kalau dunia Barat mengembuskan ideologinya bahwa kemajuan sains yang telah diraihnya selama berabad-abad merupakan akibat dari memisahkan agama dari kehidupan duniawi, bahkan membuang agama, kecuali hanya sebagai ritual belaka. Sementara itu sains dan teknologi yang diraih kaum muslimin berada dalam naungan negara yang menerapkan perundang-undangan hukum Islam secara keseluruhan. Keamanan negara dan eksistensi perundang-undangannya dijaga sendiri oleh kaum muslimin tanpa melibatkan negara lain. Hubungan luar negeri dengan negara-negara non-islam tidak sampai menjual kedaulatannya. Baik militer, ekonomi, politik, budaya, dan cara pandang negaranya yang benar-benar telah inheren Islami.

Mengapa dunia Islam sekarang ini sangat mundur, bahkan terpuruk dalam segala bidang kehidupan, termasuk sains? Keadaan yang mengkhawatirkan ini merupakan akibat langsung dari umat Islam yang meninggalkan agamanya dalam mengatur seluruh kehidupannya, terutama dalam bernegara. Undang-undang negara, hukum, dan cara pandang yang berlaku di negeri-negeri Islam saat ini diambil dari faham ideologi sekuler dan sosialis komunis.

Juga dapat dipahami bahwa mundurnya sains dan teknologi pada dunia Islam merupakan akibat dari praktik yang salah dalam pemahaman dan penerapan Islam. Kajian dan penguasaan bahasa Arab yang menjadi kunci keilmuan Islam, dibiarkan menurun sehingga meninggalkan ijtihad dan pada saat yang sama, pintu misionaris, invasi budaya, dan politik dari Barat dibuka leebar-lebar. Pada gilirannya, umat Islam tidak lagi mampu menjaga superioritas negaranya terhadap serangan yang datang bertubi-tubi dari kafir Barat tersebut.

Oleh karena itu, stagnasi sains dan teknologi seperti yang terjadi saat ini hanya dapat dihentikan dengan menggunakan hukum Islam sebgai sistem kehidupan atau ideologi. Sebab, tidak ada satu negara pun yang dapat maju, baik dalam bidang sains, teknologi maupun bidang lainnya, jika tidak mengambil ideologi yang diberlakukan secara utuh.

Satu-satunya cara agar kaum muslimin mengulangi kedudukannya sebagai pemimpin dunia dalam bidang sains, teknologi, dan bidang lainnya dengan cara memegang Islam secara komprehensif dan menetapkan sebuah ideologi yang dianut dan diterapkan dalam kehidupan, terutama dalam kehidupan bernegara121.

Sumber 121 : Wawasan Islam, Drs. Ali Anwar Yusuf, M.Si. diterbitkan oleh Pustaka Setia.

Download Artikel ini...



Peran Islam dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan.doc

PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu bertemu dengan benda tipis yang sering disebut dengan nama kertas. Ketika membaca Koran, menulis pelajaran, melakukan pembayaran, bahkan ketika membeli bumbu masak pun terkadang pembungkusnya berasal dari kertas. Dan masih banyak lagi contoh kegiatan lain yang berhubungan dengan kertas. Dan tidak jarang pula kertas-kertas tersebut berada di tong sampah, di pinggir jalan, di pasar, dan tempat-tempat lainnya. “sampah kertas/kertas bekas” itulah sebutan yang sering kali dikatakan orang.
Mengapa kertas-kertas yang tidak terpakai itu hanya menjadi sampah belaka? Adakah metode untuk menjadikan dan menyulap sampah-sampah itu menjadi lebih berguna? Serta dapat dimanfaatkan kembali agar tidak hanya mengotori lingkungan kita. Itulah sebagian pertanyaan yang merangsang kami mengambil judul “PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS” ini.

B. TUJUAN
a. Pembaca dapat mengetahui termasuk jenis apakah sampah kertas itu.
b. Pembaca dapat merubah kertas bekas yang ada disekitarnya menjadi lebih berguna.
c. Menumbuhkan ide kreatif yang berawal dari banyaknya sampah kertas yang tak terpakai.
d. Meminimalisir sampah kertas yang ada di sekitar kita.




C. POKOK-POKOK PERMASALAHAN
1. Definisi sampah
2. dampak negatif sampah kertas dan sampah lain pada umumnya.
3. proses pengolahan limbah kertas.
4. pemanfaatan limbah kertas.

BAB II
JADIKAN LIMBAH KERTAS LEBIH BERARTI

A. DEFINISI SAMPAH
Terdapat banyak sekali sampah yang ada di bumi ini, baik itu berbentuk padat, lunak, kering, basah, dan sebagainya. Sampah didefinisikan sebagai limbah yang bersifat padat terdiri atas zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi.
Berdasarkan sumbernya, sampah dapat digolongkan menjadi sampah manusia, sampah alam, sampah industri, sampah konsumsi, sampah pertambangan, hingga sampah nuklir. Sedangkan menurut sifatnya, sampah digolongkan menjadi sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya atau sampah/limbah B3.
Dan berikut ini akan diulas lebih jauh tentang sampah dilihat dari sifat yang dimiliki :

1. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang cukup lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol kaca, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.


2. Sampah organik
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, rumah tangga atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
3. Sampah berbahaya atau sampah/limbah B3
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. (Ditulis oleh Benidiktus Sihotang, STP, Jumat, 06 Februari 2009 01:27 )
Dari uraian di atas maka kita dapat mengetahui bahwa sampah kertas itu menurut sifatnya ia masuk dalam ketegori sampah anorganik.

B. Dampak Negatif yang Ditimbulkan Limbah Kertas
Banyak sekali kita temukan kertas bekas di berbagai tempat. Beberapa sumber sampah yang kerap kita dapatkan antara lain : Sampah Pemukiman/rumah tangga, Sampah Sisa Bangunan dan Konstruksi Gedung, Sampah Perdagangan dan Perkantoran, Sampah Industri ( Ditulis oleh Benidiktus Sihotang, STP, Jumat, 06 Februari 2009 01:27 ) Hal ini apabila dibiarkan dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian lingkungan kita. Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik, kertas bekas memiliki nilai potensial yang tentunya sedikit banyak dapat membawa manfaat bagi diri kita. Dan berikut adalah beberapa dampak yang timbul akibat tidak terkelolanya kertas bekas yang sedemikian banyak. Dan kondisi negatif ini juga tidak menutup kemungkinan terdapat pada limbah lain selain limbah kertas

1. Menurunnya kualitas lingkungan
Dengan semakin banyaknya sampah disekitar kita baik itu sampah kertas maupun yang lainnya yang tidak dikelola dengan baik, maka akan mengurangi kualitas daripada lingkungan itu sendiri.

2. Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan sampah yang begitu banyak, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata
(Source http://www.dephut.go.id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/info_5_1_0604/isi_4.htm )

3. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia

4. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara.

5. Selain itu tradisi membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyataannya sampah telah mencemari tanah, badan air dan udara. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya

6. Dampak Terhadap Kesehatan Pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberap organisme yang dapat menimbulkan penyakit.

7. Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena
sampah bertebaran dimana – mana. - Memberikan dampak negatif bagi kepariwisataan (http://dinkesbonebolango.org/index2.php?)


Itulah beberapa kemungkinan negatif yang muncul apabila tidak ada turun tangan kita menyikapi semakin banyaknya sampah kertas dan sampah lain pada umumnya.

C. PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS DAN PEMANFAATANNYA
1. Proses Pendaur Ulangan Kertas Bekas
Sampah kertas dapat dimanfaatkan dengan cara mendaur ulang. Kertas daur ulang memiliki nilai jual tinggi manakala mendapat sentuhan teknologi dan seni. Pemaduan dengan bahan lain pada daur ulang ini, dapat menambah nilai benda yang dihasilkan. Contohnya, kartu ucapan, notes, pigura, tempat tisu, vas, dan lain-lain.
Berikut kami sajikan beberapa metode yang dipakai dalam mendaur ulang kertas yang sudah tidak terpakai lagi :

A. Daur Ulang Kertas
Untuk hasil yang maksimal, lakukan pemilahan sampah. Sampah kertas yang telah terpilah akan terjaga kebersihannya dan mempermudah pendaur ulangannya (tidak tercampur kotoran sampah lain). Secara prinsip, proses pembuatan ini dapat diterapkan untuk benda selain lembaran kertas. Perbedaan terletak pada pembentukan benda. Contoh benda yang dibuat pada kartu ini adalah lembaran kertas.

B. Bahan dan Alat
Bahan: Kertas yang tidak dilapis plastik atau bekas bungkus bahan berbahaya. Contoh kertas koran, HVS, dos, dll.
Lem, bahan campuran (memperindah dan mewarnai), seperti batang (gedebok) pisang, daun tanaman dewa-dewi, kapur sirih, daun pandan (hijau), kunyit (kuning), daun jambu biji (cokelat), daun jati (merah).
Alat: Penumbuk padi/lumpang alu/blender (penghancur kertas), baskom, skrin, rakel, kain (jangan yang mudah luntur), jarum, papan penjemur (tripleks).

C. Proses Daur Ulang
1. Perendaman.
 Kertas tersebut disobek-sobek (digunting) sekecil mungkin dan rendam dalam baskom. Pastikan kertas tersebut benar-benar terendam. Kertas yang sudah terendam air ini disobeknya lebih mudah dan lunak. Biasanya untuk 5 kg kertas dalam keadaan kering (belum terendam) membutuhkan air kurang lebih sebanyak 20 liter.
 Setelah satu hari kertas yang telah direndam itu kita sobek-sobek kembali dalam posisi kertas direndam dalam air, kecuali jenis kardus 2 hari.
 Perendaman dilakukan 2--3 hari untuk jenis kertas HVS, koran, majalah, karton, dan 4--5 hari untuk kardus (sebanyak keinginan kertas yang akan kita rendam untuk dijadikan bubur kertas atau pulp).

2. Penghalusan
 Setelah perendaman, kertas ditumbuk/diblender menjadi bubur kertas atau pulp. Kertas rendaman jangan terlalu padat karena dapat memperberat kerja (dengan alu)/merusak alat (blender).
 Jika menggunakan blender, gunakan gelas sebagai ukuran mengambil kertas rendaman. Masukkan 1 gelas kertas rendaman dan 2 gelas air ke dalam gelas blender. Tinggi air dan kertas rendaman + 1/2 tinggi gelas blender. Tingkat kehalusan bubur kertas bergantung benda yang akan dibuat.
 Saring bubur kertas menggunakan kain. Penyaringan bertujuan agar lem kertas terserap oleh serat dan pori bubur kertas. Pindahkan dan masukkan ke baskom. Air penyaringan digunakan untuk merendam kertas atau pencetakan kertas.
 Pencampuran dengan lem/pewarna/bahan tekstur.
Lem bercampur air diblender. Prinsip pemblenderan lem sama dengan pemblenderan kertas. Lem yang sudah diblender, dicampurkan ke bubur kertas, kemudian aduk hingga rata. Ingat, jika bubur kertas sudah dicampur dengan lem, jangan disimpan lebih dari 1 minggu. Bubur akan menimbulkan bau walaupun tidak menyengat, tidak menyebar kemana-mana, serta tidak berbahaya bagi manusia ataupun lingkungan.
Catatan: Penggunaan lem bergantung selera kita dan benda yang akan dibuat.
Sebelum dicetak, untuk memperkuat struktur kertas dan memberikan tekstur atau karakter, bubur kertas tadi dapat dicampur bahan alam yang mengandung serat. Proses pembuburan serat alam tadi seperti pembuburan kertas, kita dapat pada bubur kertas tersebut, misalnya pelepah batang pohon pisang yang sudah membusuk, merang, sabut kelapa, bulu domba, kulit bawang, serbuk kayu, atau apa saja bergantung selera kita.
Maksud pemberian tekstur adalah memperindah hasil kertas dan memperkuat/mengikat serat bubur kertas, sehingga tidak mudah robek. Caranya adalah sebagai berikut: Bahan tersebut digunting atau dipotong kecil-kecil dan diblender seperti saat memblender kertas atau lem. Campurkan hasil blender ini ke bubur kertas.

3. Pencetakan
 Bubur kertas yang sudah diberi tekstur diberi air dan diaduk. Pemberian air menentukan tebal tipisnya benda yang akan kita buat. Semakin kental bubur kertas, benda yang dihasilkan makin tebal. Jadi, tidak ada ketentuan khusus dalam hal ini. Kita sendiri yang menentukannya.
 Selanjutnya masukkan skrin ke dalam bak penampungan bubur kertas, dengan posisi bagian depan di bawah. Skrin ini harus betul-betul masuk ke dalam bak tersebut sambil digoyang dengan tangan secara perlahan-lahan. Angkat skrin dan letakkan di atas tripleks yang telah dibungkus dengan kain (dengan posisi 600). Sapulah air bubur kertas (sambil ditekan) dengan rakel/lap, hingga skrin mudah dilepas dari bubur kertas. Kemudian jemur/keringkan.

4. Pengangkatan kertas
Setelah bubur kertas kering (menjadi lembaran kertas), lepaskan dari kain dengan hati-hati. Gunakan jarum atau alat bantu lainnya untuk penglepasan awal. Selanjutnya kain di pinggiran kertas kita tekan dengan kuku/jarum untuk membebaskan kertas. Maka kertas itu siap diambil. (Copyright © 2003 Lampung Post. All rights reserved. Selasa, 12 April 2005)
Selain metode di atas juga terdapat metode lain yang juga biasa dipakai untuk menekan sampah kertas yang ada. Metode ini terkenal denagan sebutan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).berikut ini keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

1. Langkah reuse bisa ditempuh dengan menggunakan kembali kertas yang tidak terpakai seutuhnya untuk hal-hal yang kurang penting.

2. Langkah reduce bisa dilakukan selain dengan mengurangi penggunaan kertas baru dan diganti dengan kertas reused, juga dapat digunakan kantong kertas sebagai ganti kantong plastik. Pedagang gorengan biasa menggunakan kantong dari kertas bekas pakai, sedikit banyak para pedegang ini telah membantu langkah reduce.
3. Langkah recycle dapat ditempuh dengan mendaurulang kertas yang cukup rahasia misalnya menjadi potongan kertas untuk ditampung oleh penampung kertas. Kita telah sering menggunakan hal ini. (Elisabeth Rukmini:)

2. PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS
Setelah kita mengetahui bagaimana proses pendaur ulangan kertas bekas maka kini kita berfikir dijadikan apakah kertas yang telah di daur ulang tersebut agar dapat kita ambil manfaatnya. Dan disamping itu sedikit banyak dapat memberi nilai materi yang setidaknya mampu membantu ekonomi kita sehari-hari. Antara lain kita dapat membuat kartu ucapan, bingkai foto, tempat lilin, kotak pensil, hiasan dinding, dan barang-barang kecil lainnya. Bahkan Suharsono seorang pengusaha dari Yogyakarta bisa membuat aneka keranjang, kotak-kotak besar, bahkan meja dan kursi dari bahan dasar kertas bekas.( © 2009 Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya)
Berikut kami tampilkan beberapa contoh pemanfaatan kertas bekas yang telah di daur ulang menjadi sebuah kreatifitas yang layak di jual dan dipasarkan.
1. kotak pensil geser
kotak pensil geser berukuran 21x 5x 4 cm. terbuat dari bahan daur ulang yang tahan lama dan tidak mudah rudak. cocok untuk hadiah, koleksi pribadi, dan souvenir acara keluarga anda.
2. tempat tisu
tempat tisu ini kecil ukuran 12x6x3cm untuk tempat tisu saku dan cocok untuk souvenir

3. baki set bunga
baki set dengan hiasan bunga. cocok untuk seserahan dan lain lain


4. single face eflute
produk ini cocok untuk pembungkus souvenir, dapat dibentuk sesuai keinginan


5. Undangan Batik Halus
Undangan pernikahan Unique terbuat dari karton daur ulang yang dikemas cantique dan dikemas dengan benang emas serta kain pembungkus yang dibaluri dengan aksesoris menambah kesan seni yang makin kuat. (support@indonetwork.or.id)

6. HIASAN DINDING
Hiasan dinding ini terbuat dari kertas daur ulang yang di bentuk sedemikian rupa dan pewarnaan yang sesuai. Dapat dijadikan sebagai pemanis dinding rumah kita, dan juga bisa di pasang pada kamar sehingga terkesan lebih menarik. (Written by R. Suryanto, Friday, 19 December 2008)


7. PERKAKAS RUMAH TANGGA
Ternyata kertas daur ulang tidak hanya bisa di buat untuk pernak pernik saja, dengan keuletan tangan kita kertas daur ulang ini mampu dijadikan sebagai perkakas rumah tangga sebagaimana gambar disamping ini (Semesta Recycled Paper, Sulap Kertas Bekas Jadi Perkakas, Thursday, 10 May 2007)
Dan masih banyak barang-barang lain yang dapat kita buat dari bahan kertas daur ulang.





BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari coretan di atas :

1. Berdasarkan asalnya, kertas koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.
2. Kertas bekas yang sedemikian banyak apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik dan benar maka dapat menimbulkan dampak negatif yang merugikan lingkungan disekitar kita. Dan secara tidak langsung hal ini merugikan diri kita sendiri sebagai komponen yang ada di lingkungan tersebut.
3. Secara umum ada empat tahapan yang kita tempuh dalam proses pendaur ulangan kertas bekas yakni : 1. Perendaman 2. Penghalusan 3. Pencetakan. 4. Pengangkatan kertas. Disamping itu ada 3 metode yang bisa di tempuh selain berfunsi untuk menekan banyaknya limbah kertas. Yakni dengan 3R (Reuse pendaur ulangan yang, Reduce, Recycle)
4. Kertas bekas yang telah di daur ulang dapat di sulap menjadi berbagai bentuk kreatifitas yang layak untuk di jual antara lain : kotak pensil geser, tempat tisu, baki set bunga, single face eflute, undangan batik halus, hiasan dinding, perkakas rumah tangga, dan lain lain.




B. SARAN
1. Jagalah kebersihan karena merupakan sebagian daripada iman
2. Jadikanlah sesuatu yang sederhana semisal kertas bekas menjadi sebuah hal yang luar biasa.
3. Jangan merasa bosan untuk mencoba beberapa kali, optimalkan kemampuan yang kita miliki meskipun itu melalui hal-hal yang kelihatannya remeh dan tidak berguna
4. banyaklah membaca, maka segala informasi seperti hal di atas akan berada dalam genggaman kita.

Download artikel Ini...


PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS.doc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Imagen 2
Pada hakekatnya, berdirinya Madrasah Aliyah Madarijul Huda Kembang Dukuhseti Pati merupakan kesinambungan Program Pendidikan yang di selenggarakan oleh sebuah Yayasan yang bernama “ YAYASAN PENGEMBANGAN MADRASAH MADARIJUL HUDA “ dimana Yayasan tersebut mengelola RA, MI, MTs, MA dan SMK dan Pondok Pesantren Putra-Putri. Cikal bakal lembaga tersebut adalah sebuah Madrasah Diniyyah Salafiyyah yang didirikan oleh KH. Hasbullah pada tahun 1947, MTs. Salafiyyah tahun 1955 kemudian disusul berdirinya Pondok Pesantren Putra tahun 1960. Pada masa itu semua lembaga pendidikan menggunakan Kurikulum Kombinasi dari Kurikulum Depag dan Kurikulum Salaf sampai sekarang. Madrasah Aliyah Madarijul Huda pertama kali didirikan pada tahun perlajaran 1985/1986 sebagai kelanjutan dari jenjang MTs oleh KH. Abdullah Zawawi Hasbullah, selaku ketua Yayasan Pengembangan Madrasah Madarijul Huda pada waktu itu. Kemudian pada tahun 1990 mendapat status “terdaftar “ dengan piagam nomor: WK/S.D/209/PGM/MA/1990, TANGGAL 27 Juli 1990. Untuk kali pertama mengikuti “Ebtanas“ bergabung dengan MAN 01 Semarang filial Tayu. Pada saat itu juga Hj. Roihanah Hasbullah mendirikan Pondok Pesantren Putri sebagai sarana pelengkap dan pendukung kegiatan belajar yang di Madrasah pada tahun 1995/1996, Yayasan Pengembangan mendirikan MAK , dengan mendapat ijin operasional dari Kanwil Depag jawa Tengah 21 Januari 1998 Nomor: WK/5.d/P.P.00.6/MAK/0032/OPS/98. Dan pada tahun 1999, MA Madarijul Huda mendapatkan status “ Diakui” dari Dirjen Binbaga Islam Depag Republik Indonesia dengan SK No:E.IV/PP.006/Kep/34/99 tanggal 23 Maret 1999.